…it hurts to set you free
but you’ll never follow me…

3 batang rokok terakhir. mataku tertuju pada sebuah artikel yang direkomendasikan seorang teman, "Jim Morrison’s Quiet Days In Paris" begitu tajuknya. ada pertanyaan mendesak yang menyumbat ubun-ubun : "kenapa semua karya-karya monumental selalu tercipta di saat seseorang dilanda kesepian?" bitter, dark, gloomy, dying, psychedelic entah apalah namanya… begitu hidup! kesunyian, kekosongan, kesendirian, adalah ruang-ruang kontemplatif manusia yang memacu otak kiri bekerja lebih aktif dibanding otak kanan (sepertinya aku sedang meracau..?!!)
2 batang rokok terakhir. sudah kesekian kalinya "the end" meracuni telingaku. entah kenapa sensasinya selalu berbeda setiap kali kuputar. sesaat seperti genderang kematian, kadang seperti berada di tengah ritual shaman, kali lain seperti sedang berjalan menuju sebuah pemakaman, tak jarang sensasinya seperti orgasme dalam sebuah persetubuhan! ahhh…entah, lagu ini sepertinya menuntaskan kesepian-kesepian yang bersemayam dalam tubuh seorang jim. kuharap begitu.
1 batang rokok terakhir. kuhisap dalam-dalam sambil mencoba merasai apa yang terjadi ketika kesepian, kesunyian, kekosongan itu hadir. tangan, otak, hati, dan organ-organ tubuh lainnya jadi peka. lebih peka dari biasanya. lalu muncul penggalan-penggalan ingatan yang hadir tanpa diminta. yang ingin diingat diresapi lamat-lamat, yang tak ingin diingat dikubur rapat-rapat. lalu semua bergumul dan berdesak-desakkan di dalam hati. di saat semua penggalan ingatan sudah mulai terbentuk, muncul puluhan bahkan ratusan kata untuk memaknai penggalan ingatan tadi. tangan mulai bergerak sesuai apa perintah otak. tangan bisa mengambil gitar lalu mulai memetik, tangan bisa mengambil kertas dan pulpen lalu menulis, tangan bisa mengambil kuas lalu melukis, tangan bisa mengambil pisau lalu memotong apa yang ingin dipotong, sesuai apa perintah otak. bisa juga diam, karena hati dan otak berebut kendali atas tangan…
satu hisapan terakhir : dalam kesunyian aku begitu hidup, dalam keriangan aku begitu mati
…the end of laughter and soft lies
…the end of nights we tried to die…
this is the end…