1 gelas kosong dan 1 gelas soda
Friday, May 25th, 2007Tiga jam persis, meja itu ditemani satu gelas kosong, satu gelas soda, asbak penuh puntung dan seorang perempuan. Belum ada tanda-tanda seseorang yang lain akan datang. Sementara meja lain sudah berganti menu. Garam, merica, saus dan sambal pun kerap bertemu, meja itu sungguh sepi dan muram.
Tiga jam yang lalu, seorang perempuan duduk di situ. Memesan dua gelas soda, sembari menunggu katanya. Entah apa yang ia tunggu, sang pelayan cuma bisa termangu. Tak satu makanan pun ia pesan. Sesekali menyeruput sodanya (dengan sedotan) kemudian membakar rokok, menghisapnya dalam-dalam sampai habis, lalu membakarnya lagi. Ini sudah puntung ke delapan.
Dengan santun sang pelayan mendekati dan bertanya dengan sangat hati-hati
"Ada yang sedang ditunggu, nona?"
Perempuan itu tersenyum, diam sesaat, mengatur nafasnya pelan-pelan, lalu dijawabnya pertanyaan itu
"Aku menunggu senyapnya gemuruh dalam hati seperti lenyapnya soda dalam gelas terakhir yang tak kusentuh"
Keduanya tersenyum, sang pelayan berlalu, perempuan itu kembali pada soda dan rokoknya. Sayup-sayup suara Morrissey mengalun…
I won’t share you, no
I won’t share you
With the drive
And the dreams inside
This is my time
a view from the corner, May 12, 2007


