tak ada rahasia lagi

setelah merapikan sajakmu

setelah menyusunnya satu-satu

setelah beberapa putaran lagu sendu

setelah bercakap-cakap dengan para hantu

setelah sebungkus rokok membakar paru-paru

setelah segelas bir mendinginkan amuk di kepalaku

 

berkatalah suara-suara di kepala :

“kenangan kalian mana
lagi yang hendak kau jual?”

 

lalu aku menertawai diri sendiri

malang betul cinta jadi inspirasi

cinta tak ubahnya seperti sampah

dipakai, dibuang, dipungut, dijual

 

berkatalah suara-suara di kepala :

“kubur saja semua
sajak kita, sebelum cinta menjadi sampah!”

 

lalu aku pergi tidur

sungguh penat malam ini

kuhitung kutu di kasur

kuundang ke dalam nadi

 

tak ada rahasia lagi,

“cinta kalian tak
pernah mati”

 

 

(2:36 AM, at home)

3 Responses to “tak ada rahasia lagi”

  1. Nosa Says:

    galaww babiiiii!!!ketembak gue ama puisi ini, malam ini, jam segini dan detik ini. beberapa menit lagi gue ga tahu. im enjoying my moments. hiks.

  2. bloodymary Says:

    aaaahhh?!!! seriusss loo?? hiks..hiks (ikutan sedih)

  3. gien Says:

    uuuf…rumit betul dunia ini…namun semua kau rapikan dalam sajak-sajakmu, satu-satu…

Leave a Reply