tak ada rahasia lagi
setelah merapikan sajakmu
setelah menyusunnya satu-satu
setelah beberapa putaran lagu sendu
setelah bercakap-cakap dengan para hantu
setelah sebungkus rokok membakar paru-paru
setelah segelas bir mendinginkan amuk di kepalaku
berkatalah suara-suara di kepala :
“kenangan kalian mana
lagi yang hendak kau jual?”
lalu aku menertawai diri sendiri
malang betul cinta jadi inspirasi
cinta tak ubahnya seperti sampah
dipakai, dibuang, dipungut, dijual
berkatalah suara-suara di kepala :
“kubur saja semua
sajak kita, sebelum cinta menjadi sampah!”
lalu aku pergi tidur
sungguh penat malam ini
kuhitung kutu di kasur
kuundang ke dalam nadi
tak ada rahasia lagi,
“cinta kalian tak
pernah mati”
(2:36 AM, at home)
November 13th, 2007 at 10:47 am
galaww babiiiii!!!ketembak gue ama puisi ini, malam ini, jam segini dan detik ini. beberapa menit lagi gue ga tahu. im enjoying my moments. hiks.
November 13th, 2007 at 11:48 am
aaaahhh?!!! seriusss loo?? hiks..hiks (ikutan sedih)
December 26th, 2008 at 8:20 pm
uuuf…rumit betul dunia ini…namun semua kau rapikan dalam sajak-sajakmu, satu-satu…